Selasa, 06 Agustus 2013

Mobil Bekas Ditinggal, Mobil Sewa Diincar.

Dahulu kendaraan bekas menjadi alternatif utama bagi rata-rata masyarakat berkantong pas-pasan yang ingin memiliki mobil transportasi pribadi saat Lebaran tapi tak kuasa membeli mobil baru.
Kini, fenomena ini dianggap cerita lama. Rezeki Lebaran tak lagi mengalir deras ke kantong para pengusaha mobil bekas seperti beberapa tahun lalu.

Masyarakat Indonesia memang tetap memikirkan bagaimana cara memegang kunci mobil pada saat Lebaran tiba, baik untuk mudik maupun untuk mengunjungi sanak saudara dalam kota. Selain alasan kepraktisan, mobil juga dipakai untuk mengangkat citra diri di hadapan keluarga..

Namun, menurut pemilik gerai mobil bekas Surya Motors Bhonna Chia, kini masyarakat lebih memilih untuk mencari mobil sewaan. Syahdan, tiada yang istimewa menjelang Lebaran bagi penjual mobil bekas. Penjualan di Surya Motors yang rata-rata memiliki stok 17 unit mobil perbulan bahkan diakui turun di momen itu. "Tiga sampai empat tahun lalu, pada sebulan sebelum Lebaran setidaknya (penjualan) bisa mendekati 10 unit saja. Kini, paling tiga sampai empat unit saja," kisahnya saat ditemui Media Indonesia di gerainya di bilangan Fatmawati, Jakarta.

Pendapat senada dengan nasib sedikit berbeda dilontarkan Manajer Kebayoran Intan Motor Agus Eko Saputro. Meski penjualan mobil bekas di gerainya diklaim masih tetap meningkat sepanjang empat minggu pra-Lebaran, hasilnya tidak semenukik tiga sampai empat tahun lalu. "Peningkatan ada, tapi tidak sedrastis dulu," jelas Agus saat disambangi digerainya tak jauh dari Surya Motors.

Kala itu, sambungnya, sebulan sebelum Lebaran transaksi jual-beli mobil bekas bisa meningkat hingga  100 persen diatas bulan-bulan lainnya. Namun, pada Lebaran tahun ini ia hanya memprediksi akselerasi penjualan tak bakal jauh dari 30 persen seperti 1-2 tahun terakhir.

Seperti Bhonna, Agus menilai faktor utama penurunan itu ialah menjamurnya bisnis rental mobil di Jakarta. "Sekarang rental semakin banyak. Di satu sisi harga untuk rental tinggi juga, tapi tidak serugi membeli mobil bekas dengan leasing yang dipakai beberapa bulan lalu dijual lagi," papar Agus.

Lesunga bisnis mobil bekas menyambut Lebaran tahun ini dikemukakan pula oleh pemilik Gerai Jaya Mobil, Teddy Sugiharto, yang berlokasi di Mega Glodok Kemayoran Jakarta.
"Biasanya sebulan sebelum Lebaran bisa terjual sampai 10 unit keatas. Tapi sampai pekan ke tiga Juli baru tiga mobil. Satu Daihatsu Xenia, Toyota Yaris dan Honda Freed," ucapnya ketika dihubungi Meida Indonesia. Teddy lebih menyorot pada terlalu mepetnya momen Lebaran dengan momen lain yang secara tradisi turut memaksa keluarga di Indonesia jor-joran mengeluarkan uang, yakni pergantian tahun ajaran sekolah.

"Kembali ke daya beli. Lebaran terlalu dekat dengan masuknya anak sekolah. Ditambah harga BBM naik bulan lalu malah ada yang jual dua mobil untuk persiapan bayar sekolah anak."

Agus Eko Saputro sepakat, selain penaikan harga BBm serta merebaknya bisnis mobil rental, faktor yang dikatakan Teddy tadi memang menjadi salah satu penghalang bagi pengusaha mobil bekas untuk mereguk untung maksimal di pintu Lebaran tahun 2013. "Tiga faktor itu ada pengaruh tapi yang paling dominan adalah faktor mobil rental."

Terlepas dari penurunan permintaan itu, jenis mobil bekas yang paling dicari sejauh ini masih mobil-mobil multipurpose vehicle (MPV) seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Toyota Kijang Innova, Nissan Grand Livina dan Honda Freed. Di beberapa tempat, mobil mobil hatchback seperti Toyota Yaris dan Honda Jazz juga tetap jadi incaran. Sumber Media INdonesia, 25 Juli 2013

Ditulis Oleh : Siti Nurbaya // 03.20
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar