Rabu, 13 Agustus 2014

Tol Cikampek-Palimanan Tetap Jadi Solusi

PEMERINTAH optimistis bahwa selesainya proyek Tol Cikampek¬-Palimanan akan mengatasi kemacetan di Simpang Jomin. Akan tetapi pemerintah diingatkan untuk mempercepat pembebasan lahan. Hal ini dikemukakan oleh pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soengijapranata Semarang, Djoko Setijowarno. “Ada Tol Cikampek¬-Palimanan itu bukan jaminan bisa lancar. Pasalnya, jumlah ken daraan kan juga akan terus bertambah, ditambah lagi lalu lintas keluar-masuk kendaraan ke tol itu,“ kata Djoko saat dihubungi, kemarin.

Di sisi lain, Djoko melihat penyelesaian Tol Cikampek¬ Palimanan itu masih akan terkendala oleh persoalan pembebasan lahan, yang me rupakan persoalan kunci utama yang harus diselesaikan. “Membangun fisik itu mudah dan dapat dilakukan dengan cepat, yang lama itu proses pembebasan lahannya. Pembebasan lahan di Indonesia itu prosesnya rumit,“ jelas Djoko.

Sebelumnya, pemerintah, melalui Wamenhub Bambang Susantono, Sabtu (2/8), menyatakan bahwa penyelesaian tol sepanjang 116 km pada 2015, akan menghapus atau mengurangi kemacetan selama mudik Lebaran. Namun, Djoko mengimbau pemerintah tidak hanya memfokuskan pembangun in frastruktur tol tersebut di Pulau Jawa, tetapi juga perhatikan pembangunan infrastruktur di luar Jawa.

Transportasi nyaman dan memberikan keleluasaan adalah sewa mobil Semarang yang infonya dapat anda lihat di Gloria Rent Car.

Di sisi lain, kemacetan yang tak terhindar kan di masa puncak arus balik Lebaran 2014 membuat kepolisian melakukan berbagai jenis rekayasa lalu lintas. Yang diutamakan ialah memberi jalan kepada pemudik yang hendak kembali ke Ibu Kota dan kota besar lain.

Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Polri Kombes Agus Rianto mengatakan, kemarin, rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan itu, antara lain dengan pengaturan, penutupan, atau pengalihan arus. Dia pun meminta pemudik tetap berhati-hati dalam berkendara. Sebab jika tidak, mereka potensial menambah jumlah kecelakaan na sional di masa mudik yang hingga Sabtu (2/8) sudah mencapai 2.351 insiden.

Akibat kecelakaan itu, 516 orang dinyatakan meninggal dunia, 813 orang luka berat, dan 3.067 lainnya cedera ringan. Walau demikian, tukas Agus, jumlah kecelakaan dan korban tahun ini menurun 17% ketimbang tahun se belumnya pada periode sama. (Riz/Kim/X-6) Media Indonesia, 4 Agustus 2014, Halaman 1

Ditulis Oleh : Siti Nurbaya // 23.12
Kategori:

2 komentar:

Posting Komentar